Bandingkan Broker Forex!
Bandingkan broker Forex teratas secara berdampingan dan temukan yang paling sesuai dengan kebutuhan trading Anda. Mulailah perbandingan Anda sekarang!
Alison Heyerdahl
Disunting oleh
Pengarang
Alison Heyerdahl
Disunting oleh
Alison Heyerdahl
Kepala Konten

Alison Heyerdahl is the Head of Content at FxScouts, a Chartered Market Technician (CMT), and an experienced trader, as well as a financial writer with extensive expertise in Forex trading, broker analysis, and market research. She has reviewed 100+ brokers, publishes weekly YouTube trading videos, and co-hosts the “Let’s Talk Forex” podcast.

 

Learn more about Alison Heyerdahl
Pengarang
Pengarang
Chris Cammack
Manajer Mitra dan Penulis Keuangan
Chris Cammack adalah manajer kemitraan dan penulis keuangan senior di FxScouts. Chris membangun dan menjaga hubungan kita dengan mitra untuk memberikan pengalaman perdagangan Forex terbaik bagi pengguna kami.
Learn more about Chris Cammack

Momentum Forex

Waktu membaca: 3 menit | Menengah | Analisis Teknikal

Momentum mengukur tingkat perubahan pada harga penutupan (closing price) suatu pasangan mata uang, saham, atau komoditas. Ia sering digunakan untuk mendeteksi kelemahan atau kelebihan yang ada dalam suatu pasangan mata uang. Dan yang paling penting adalah ia memberikan sinyal atau pertanda akan letak terjadinya pembalikan atau ketika tren tertentu akan dimulai.

Trader Forex akan selalu mencari momentum dan mencoba mengubah momentum itu. Ini memberikan kita kemudahan untuk memprediksi fluktuasi dalam pasar mata uang dengan lebih akurat.

Suatu tren berada pada kondisi terkuatnya ketika ada pembacaan momentum tinggi (high momentum reading) ke arah naik atau turun. Jika ini terjadi, ada dua hal yang dapat kita ketahui:

  • Kita tahu bahwa para pemain besar (big-money players) masuk pada pergerakan tertentu.
  • Kita tahu bahwa para spekulator sudah yakin bahwa ini adalah tren sungguhan dan mereka telah masuk ke dalam pasar.

Bagaimana Membaca Momentum

Kita sering menemukan pembacaan momentum rendah (low momentum reading) pada permulaan atau saat dimulainya suatu tren. Ini karena bakal tren tersebut belum membangun momentum yang besar ke arah sisi mana pun untuk benar-benar memperlihatkan adanya suatu tren ataupun seberapa kuat tren tersebut. Ini adalah hal-hal yang penting dalam memahami bagaimana membaca momentum dalam pasar Forex dengan benar. Ketika kita berada di dalam tren yang kuat, baik menanjak maupun menurun, momentum mendahului harga sehingga menjadikannya indikator pembuka (leading indicator).

Secara umum, Anda hanya ingin mempertimbangkan sinyal dari indikator momentum apabila ia bergerak sesuai dengan tren dominan. Jika momentum bergerak ke arah berlawanan dari tren, sangat dianjurkan untuk tidak melakukan trading. Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur momentum: Moving Average Convergence Divergence (MACD), Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan lain-lain.

Relative Strength Index (RSI)

Demi tujuan artikel ini, kita akan menggunakan indikator RSI sebagai alat untuk mengukur momentum.

Indikator RSI adalah satu dari sejumlah osilator yang paling sering digunakan para trader Forex profesional karena akurasinya yang tinggi. Indikator RSI biasanya berosilasi (mengayun) antara 0 sampai 100. Ia sangat jarang mencapai level yang ekstrim dan biasanya bertahan pada rentang 20-80.

Yang sering dilakukan adalah ketika mendapatkan pembacaan momentum di atas 80, trader melihat ini sebagai kondisi overbought (terlalu banyak pembelian). Dalam kasus sebaliknya, ketika pembacaan momentum berada di bawah 20, trader memandang ini sebagai kondisi oversold (terlalu banyak penjualan).

Figure 1: The RSI Indicator

Gambar 1: Indikator RSI

Strategi overbought dan oversold tidak begitu bisa diandalkan karena pasar dapat bertahan pada posisi ini untuk waktu yang lama sebelum pembalikan benar-benar terjadi. Karena momentum mendahului harga, kita dapat memperlakukan pembacaan momentum seperti halnya price action. Ketika kita melihat penembusan pada garis tren dari indikator momentum, ini biasanya terjadi sebelum penembusan pada price action.

Momentum bisa diandaikan sebagai sebuah bola yang Anda lempar ke atas. Ketika bola dilempar ke udara, ia bergerak dengan momentum naik. Tetapi ketika ia berhenti, momentumnya telah berbalik karena tidak ada lagi percepatan yang berlaku pada bola.

Sama halnya dengan price action pada pasar Forex. Jika suatu pasangan mata uang jatuh nilainya, artinya momentum telah jatuh mendahului harga.

Contoh Trading

Gambar 2: Bagan 1 Jam-an EUR/USD

Perhatikan contoh di atas. Ada suatu garis tren yang kuat pada indikator momentum, dan juga sejumlah pergerakan naik yang kuat ke atas dalam price action. Ketika garis tren pada indikator RSI telah ditembus, ini merupakan pertanda bahwa tren akan segera berakhir—bahwa pembalikan besar-besaran akan segera dimulai.

Karena momentum selalu mendahului harga, setiap kali ada penembusan pada momentum, ini merupakan peringatan bahwa pasar sedang mengalami pengurasan (exhaustion) dan tren yang sedang berlaku akan segera berbalik.

Kesimpulan

Indikator RSI momentum merupakan indikator sederhana yang mudah dipahami. Ia merupakan satu dari sekian kecil indikator pembuka yang unik, sederhana, sekaligus sangat kuat. Karena Anda dapat memperlakukannya seperti price action, sangatlah mudah untuk menerjemahkan informasi dari indikator momentum ke dalam price action. Osilator RSI berguna dalam menentukan titik-titik pembalikan (reversal points) dan menentukan waktu yang tepat untuk keluar atau masuk ke dalam trade.

Lainnya juga dilihat

Jelajahi lebih banyak sumber daya yang dianggap bermanfaat oleh sesama trader! Cek panduan-panduan lainnya ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan trading forex Anda. Baik Anda sedang mencari broker terbaik, materi edukasi, atau sesuatu yang lebih spesifik, kami siap membantu Anda.

Best Forex Brokers

Kami telah menguji ratusan broker Forex untuk menemukan broker yang paling aman, berbiaya rendah, dan andal. Bandingkan biaya dan fitur, lalu trading dengan lebih cerdas berkat insight dari para ahli.

Beginner featured image

Broker Pemula Terbaik

Temukan broker Forex terbaik untuk pemula di Indonesia dengan platform yang ramah pengguna, sumber daya edukasi, dan akun demo.

Broker Copy Trading Terbaik

Berikut adalah broker copy trading terbaik di Indonesia untuk tahun 2026, berdasarkan pengujian dan penelitian kami.

Temui Para Ahli di Balik Ulasan Kami yang Tidak Memihak

Chris Cammack

Manajer Mitra dan Penulis Keuangan

Chris Cammack
Chris Cammack adalah manajer mitra dan penulis keuangan senior di FxScouts, yang ahli dalam hubungan broker dan analisis pasar forex. Sebagai mantan Kepala Konten (2019–2024), ia menetapkan standar editorial untuk semua konten yang diterbitkan di FxScouts, termasuk ulasan broker, halaman perbandingan broker, dan edukasi. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam manajemen editorial dan hubungan mitra, Chris membangun dan memelihara hubungan kami dengan mitra untuk memberikan pengalaman trading Forex terbaik bagi pengguna kami. Ia juga menjadi co-host podcast "Let’s Talk Forex" bersama Alison Heyerdahl, di mana ia membahas strategi trading, berita industri, dan tren makroekonomi untuk membantu trader bernavigasi di pasar dengan percaya diri.

Alison Heyerdahl

Kepala Konten

Alison Heyerdahl
Alison bergabung dengan tim FxScouts sebagai penulis pada tahun 2021 dan kini menjabat sebagai Head of Content, Chartered Market Technician (CMT), serta seorang trader berpengalaman. Ia memiliki lebih dari satu dekade pengalaman editorial dalam meneliti perdagangan Forex dan industri jasa keuangan, serta menghasilkan konten yang mendalam dan berkualitas tinggi bagi para trader. Alison telah menguji dan mengulas lebih dari 100 broker Forex, menulis analisis teknikal secara rutin, dan membuat konten edukasi yang jelas dan praktis untuk membantu trader mengambil keputusan yang lebih aman dan tepat. Ia juga menjadi host podcast mingguan “Let’s Talk Forex” bersama rekan kerjanya, Chris, dan telah memproduksi lebih dari 100 video edukasi Forex untuk kanal YouTube FxScouts.

Stefan de Clerk

Penulis Keuangan

Stefan de Clerk
Stefan adalah penulis keuangan dan penggemar trading Forex dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam menciptakan konten mendalam tentang keuangan dan teknologi. Ketertarikannya yang mendalam pada peristiwa geopolitik, big data, dan sentimen pasar mendorong minatnya dalam menganalisis bagaimana faktor-faktor global membentuk pasar keuangan. Dengan latar belakang di bidang pemasaran dan riset keuangan, Stefan percaya bahwa trading Forex menawarkan wawasan terbaik tentang denyut nadi ekonomi dunia. Berkomitmen untuk memberikan informasi yang diteliti dengan baik, tidak memihak, dan obyektif, ia membantu para trader bernavigasi di pasar dengan jelas dan percaya diri.